NEWS

SV-BUNDESSIEGERPR‹FUNG (BSP) 2011 IN MEPPEN - GERMANY

hundehardware.com - 2011-10-12 14:10:04

Pada 18 September 2011, team Blackhead dan Belicoff tiba di Jerman dan tinggal di Hassleben. Kejuaraan BSP seminggu lagi, dan merupakan hal yang sangat penting bagi kami mempelajari apa saja yang mereka persiapkan, latihan seperti apa, apa saja yang mereka lakukan. Karena selama ini persiapan yang kami lakukan tidaklah optimal dan sering kami merasakan kekurangan kami pada waktu hari “H”.

Banyak teknik baru dan sederhana yang kami temukan pada waktu mereka mempersiapkan anjing mereka. Mereka mengetahui ada kesalahan dilatihan mana, dan bagaimana menutupinya. Mereka lakukan latihan pagi, siang dan malam. Dan pada hari rabu tanggal 21 September 2011, kami pun berangkat dan tinggal di Meppen.

Di daerah ini, ada tempat latihan baik kepatuhan maupun tracking yang tidak jauh dari tempat kami tinggal. Hari rabu, kamis, latihan masih berlangsung. Dari LG lain yang bersama kami, hari jumat dan sabtu masih latihan, karena di ujian fase tertentu, gilirannya pada hari minggu. Sangat banyak hal yang kami dapatkan dan tidak dapat kami gambarkan berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk mempersiapkan seekor anjing untuk ke BSP. Dan yang pasti mereka juga tidak tahu pada hari “H” apakah anjing itu akan main maksimal atau tidak, karena anjing adalah anjing bukan mesin !!!

Kami tinggal dengan peserta dari beberapa LG, dan sangat mengasyikan karena kami bisa merasakan keakraban diantara mereka. Kami multi nasional, jerman, spain dan indonesia yang tinggal dalam atap yang sama dan kami melihat antara LG yang lain membantu member LG yang lain. Dan juga para LG member tidak habisnya memberikan support kepada para peserta BSP. Hal yang sangat positif.

Tiba tanggal yang telah dinantikan 22 september 2011 dimana uji lapangan, dan mengambil nomor undian. Nomor undian ini seperti nomor keberuntungan. Jadi bagi mereka, disamping anjing bagus, handler bagus, dilatih dengan bagus, juga perlu keberuntungan untuk menjadi juara! Pada acara ramah tama dan pembukaan ini, kami bertemu dengan banyak teman kami baik yang dari Singapore, philipina, spanyol, Jerman, Belanda, dan teman dekat lainnya. Pada acara ramah tama ini, para peserta diperbolehkan membawa keluarga dan teman dekat untuk melihat acara ini. Kami bisa merasakan ketegangan, kebanggaan dan juga kegembiraan dari para peserta yang hadir.  Cara mereka mengurut nomor peserta, cara mereka memperkenalkan semua panitia merupakan hal yang sangat bagus dan akan diuji coba pada acara kejuaraan besar di Indonesia.

Sekilas kami jelaskan dan gambarkan acara pada tanggal 23-25 September 2011 di Jerman tepatnya di Kota Meppen, diselenggarakan SV-Bundessiegerprüfung (BSP) yakni Kejuaraan Nasional Anjing Kerja di Jerman untuk Anjing Gembala Jerman. BSP ini sangat popular karena dari berbagai Negara para penghobi anjing kerja datang untuk menonton aksi-aski Anjing Gembala Jerman yang terbaik bersaing untuk menjadi duta dalam mewakili Negara jerman di ajang Internasional untuk Anjing Kerja. Lima besar hasil dari BSP akan mewakili Negara Jerman untuk mengikuti Kejuaraan WUSV (Welt Union der Schäferhundvereine or Perserikatan Perkumpulan Anjing Gembala Jerman Sedunia) yang pada tahun ini diadakan di Ukraina.

Selama ini kami hanya menonton kejuaraan dari video-video atau internet, dan tidak pernah live. Sangat berbeda sekali waktu kami menonton live di BSP 2011. Kedatangan kami kali ini untuk menonton BSP tidak lain karena pada tahun lalu kami telah menonton kejuaraan LGA 17. Untuk mendapatkan kualifikasi LGA, seekor anjing harus ujian VPG3 sekali dengan kualifikasi “V” atau dua kali dengan kualifikasi “SG”. Dengan kualifikasi tersebut, peserta dapat mengikuti kejuaraan LGA pada daerah masing-masing. Kelima besar (tergantung besarnya LGA tersebut) dapat mengikuti Kejuaraan BSP. Disamping melalui seleksi LGA bisa juga melalui kualifikasi FCI untuk bisa mendapatkan nomor di BSP.

Pada BSP 2011 ini, menggunakan 1 lapangan bola standard di stadium (proteksi), 1 lapangan bola untuk kepatuhan, dan menggunakan tanah puluhan hektar untuk pelacakan. Total peserta Anjing Kerja untuk Kejuaraan Schutzhund adalah 127 peserta dan salah satu peserta berusia 9 tahun Charlene dari LGA17. Pada waktu yang sama, juga diadakan kejuaraan agility untuk Anjing Gembala Jerman dengan jumlah 80 peserta.

Pada hari kamis, para peserta bersama keluarga dan teman dekat mereka berkumpul dalam hall yang telah disediakan dalam pembukaan acara Kejuaraan BSP 2011 dan untuk pengambilan nomor undian. Luar biasa ramainya dalam hall tersebut dan suasana kekeluargaan dan kebanggaan bisa dirasakan. Sebelum acara pembukaan pada malam hari, pada pagi hingga siang, acara coba lapangan diberikan kepada masing-masing peserta. Uji coba lapangan tidak satu per satu, namun beberapa peserta sekali uji coba lapangan dan pada sore hari diadakan pemilihan HELPER (figuran). Panitia menyediakan 4 figuran, dan keempat figuran tersebut diuji kemudian dipilih 2 figuran untuk acara BSP 2011 dan 2 figuran sebagai cadangan. Setelah pemilihan ini berselang 2 jam, maka acara pembukaan dan pengundian pun dilaksanakan. Pada acara pembukaan ini, perkenalkan Juri Lacak (Kurt Falkenstern), Juri Kepatuhan (Wolfgang Rook), dan Juri Penjagaan (Günter Diegel), beserta assistant mereka, juga juri agility dan para helper (Ralf Dirks dan Christian Miek). Setelah itu, pengundian dilakukan dan acara dimulai pada pagi hari jam 07:00 pagi.

Acara kejuaraan ini dimulai dimulai dari pagi hari jumat jam 07:00 dan selesai jam 15:45 hari Minggu dengan total peserta 127 peserta, merupakan hal yang luar biasa. Cara mereka membagi grup, bagaimana satu peserta telah siap disamping anjing lain hampir selesai, kemudian 1 jam sebelumnya para peserta lacak telah menunggu panitia penunjuk jalan ke area pelacakan. Semua jadwal dan waktu sangat tepat dan sangat professional. Juri membacakan hasil penjurian untuk semua anjing sama 3-5 menit. Hal yang tidak mudah untuk dilakukan di Indonesia dimana kita masih sangat sering menunggu para peserta. Dan bedanya lagi, panitia di kejuaraan ini tidak memanggil tapi memberitahukan bahwa setelah nomor ini, nomor berikut akan menunjukkan kemampuannya, kalau di Indonesia, panitia memanggil kadang hingga menjerit nomor dan nama peserta. Bagi kita para penghobi anjing bahwa hal-hal ini sangat penting kita pelajari untuk kemajuan peranjingan Indonesia, namun menurut pengamatan dan pertanyaan kami pada peserta BSP selama BSP berlangsung bahwa tidak ada hal yang special yang perlu kita pelajari namun kesadaran para peserta itu masing-masing. Mereka masing-masing sadar kapan mereka harus mempersiapkan anjing, dan mereka semua mengerti apa yang harus mereka lakukan dan mereka saling membantu.

Penonton diperkirakan ribuan orang untuk 3 hari jumat-sabtu-minggu. Para penonton datang dari berbagai Negara, dan salah satunya dari Indonesia. Tempat parkir untuk peserta ke tempat ujian cukup jauh dan para peserta harus membawa anjing melalui ratusan penonton yang lalu lalang, baik penonton yang bawa anjing maupun tidak. Tepuk tangan penonton yang meriah dan ratusan kamera berbunyi merupakan hal yang amat menggetarkan. Konsentrasi peserta/handler dan anjingnya harus betul betul fit. Sangat diperlukan pengalaman yang cukup baik untuk bisa tampil prima. Oleh karena itu, sangat jelas sekali applause untuk Charlene, handler 9 tahun yang terkualifikasi dalam BSP ini.

Untuk pelacakan, para peserta dipandu oleh panitia ketempat lapangan pelacakan. Tidak ada peserta yang tahu dimana pelacakan akan dilakukan. Setibanya di tempat pelacakan, dilakukan pengundian untuk nomor urut pelacakan. Paling dekat peserta harus berjalan seratus meter untuk mencapai posisi awal pelacakan. Ada peserta yang harus berjalan 1 km lebih untuk ke posisi awal dia melacak. Semua tergantung pada nomor undian. Penonton diperbolehkan menonton dari sisi jalan aspal yang ada, karena para penonton tidak diperbolehkan masuk dalam lahan yang digunakan oleh panitia untuk pelacakan, karena pemilik lahan sangat marah bila banyak orang yang masuk ke lahan mereka. Pemilik lahan tidak lain adalah petani yang memijamkan lahan mereka kepada panitia. Penonton menggunakan teropong untuk melihat anjing itu melacak.

Teman kami Frank Rottleb sedikit sial dimana kedua artikel ketutup oleh debu karena angin sangat kencang dan lamanya jalur lacak tersebut lebih dari 2 jam. Sejak awal anjing sedikit tidak konsentrasi karena ada kumbangan air, kemudian dari sana jejak awal dimulai. Dari tempat parkir ke jejak awal lebih kurang hampir 2 km berjalan. Anjing melakukan track namun miss artikel 2 dan 3 = 13 poin hilang. Hanya 82 poin yang dia terima. Harga yang sangat mahal sekali. Disamping itu teman kami Michael Kaiser dapat kesempatan di pagi hari ditempat yang beda, dan mendapatkan nilai 97. Juga teman kami yang lain yang Jens Weizel dengan nilai 96. Keberuntungan sangat penting juga. Permukaan lacak adalah berdebu dan kering.

Untuk kepatuhan, para peserta harus berjalan ratusan meter ke tempat parkir dan berjalan melalui ratusan orang yang lalu lalang. Begitu anjing kedua selesai lompat, para peserta berikutnya sudah menyiapkan anjing ditempat yang telah disediakan. Untuk kepatuhan ada 2 juri yang digunakan, 1 yang menilai anjing dalam melaksanakan performannya, dan 1 lagi yang memandu peserta ke tempat long down dan mengawasi peserta dan anjing yang lagi long down. Yang paling utama dalam kepatuhan, tidak boleh memukul anjing, bila ketahuan atau juri melihat, langsung di diskualifikasi. Ada anjing yang mengambil dumble, dan kemudian pawang memberikan komando 3x “lepas” dan anjing tidak mau melepaskan dumble, maka anjing tersebut langsung di diskualifikasi. Untuk fase “B” nilai yang peserta itu peroleh menjadi nol semua. Jadi untuk penghobi atau pelatih anjing, bila anda pernah mengalami hal ini dimana anjing diberikan komando 3x “lepas” dan anjing tidak lepas, maka bila anda tidak di diskualifikasi, anda boleh bergembira, namun ingat bahwa sebenarnya anda telah gagal!!!

Di proteksi ini, jurinya menjuri asal anjing melakukan hal dengan benar, maka dapat poin. Beliau tidak membedakan apakah anjing yang lebih cepat, konsentrasi yang lebih baik, dan yang spektakular tidak berlaku untuk dia. Bagi dia, yang penting anjing benar melakukan rutinitasnya. Hal seperti ini kadang membuat peserta grogi juga. Mereka sudah mengetahui siapa juri yang akan menjuri dan mereka berusaha coba melatih anjing mereka untuk bisa match dengan mata juri. Pada kesempatan ini bagi peserta, juri hanya mengenal anjing itu 30 menit. Mereka menilai apa yang mereka tahu. Untuk juri juri yang lebih professional yang juga melatih anjing mereka dengan teknik baru, mereka tahu seberapa banyak waktu yang dihabiskan oleh seorang pelatih untuk membuat anjing mereka spectacular.

Pada kepatuhan ini, Frank memperoleh 93. Silakan nonton videonya dan untuk pengambilan barang, adalah anjing tercepat. Untuk Michael 92, tidak duduk 5 poin hilang.



Untuk proteksi, sama para peserta harus berjalan ratusan meter karena lapangan proteksi ada disebelah lapangan kepatuhan. Lapangan proteksi ada di stadion bola. Lapangan proteksi yang paling ramai ditonton, terutama hari sabtu hampir semua kursi penuh oleh penonton. Pada fase proteksi, banyak hal yang perlu dipelajari, misalnya pada waktu long attack dimana anjing tidak cantol, hanya 3 poin dikurangi selama figuran mengejar anjing, anjing tersebut harus kembali menyerang. Juga pengawalan samping, dimana anjing tidak duduk, hingga 2 poin dikurangi. Hal ini terjadi pada Uno anjingnya Frank Rottleb. Pada proteksi ini juri yang menilai sangatlah berpengalaman, dia melihat nervenya anjing, gripnya, fighting drivenya, dan sangat teliti. Pada kesempatan ini juga kami mendapatkan pelajaran penting dimana hold & bark, dimana anjing menggigit helper, dan juri memanggil pawang ke posisi yang telah ditentukan, hanya ada satu perintah yang diperbolehkan. Handler Birgit Baier dengan anjing Erron vom Osterburg Quell yang mengalami hal ini, amat disayangkan. Birgit memberikan 1 komando “lepas”, mereka langsung didiskualifikasi. Merupakan hal yang sangat berharga bagi kita semua untuk mengetahui hal ini.

Pada hari minggu jam 4 acara penutupan dilakukan. Drum band memainkan music klasik khas mereka disana, dan memandu para peserta sesuai dengan nomor LG mereka masing masing. Para pesert beserta anjing mereka parade, dan president SV memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasih. Pada kejuaraan kali ini juara 1 dan 2 berasal dari LG05 yang sama yakni Jeannette Seefeld dan Tobias Oleynik.

Selamat kepada semua peserta. Selamat kepada pemenang 5 besar dan semoga sukses  dalam mewakili Negara mereka di Kejuaraan WUSV di Ukraina.
Merupaka suatu suasana dan pengalaman yang sangat berharga bagi kami dan dari sini kami tahu apa yang perlu kami lakukan pada anjing kami dan apa yang tidak perlu.
Kami ucapkan banyak terima kasih khusus pada teman dan keluarga kami Frank dan Pia Rottleb, yang telah banyak membantu kami. Juga teman kami lainnya Michael, Manuela, Jesus, Blas, Gulio, Kwan, Jens, Katja, Andreas, Merle, Julia dan yang lain.
© 2018 hundehardware.com - Allright Reserved