NEWS

WAWANCARA MAJALAH DER GEBRAUCHSHUND DENGAN JOGI ZANK PEMENANG BSP 2009

hundehardware.com - 2010-05-01 12:18:46

“Olahraga Anjing adalah Olahraga Tim”

Wawancara majalah Der Gebrauchshund dengan Jürgen “Jogi” Zank bersama Eric vom Sportpark pemenang kejuaraan nasional SV (Verein für Deutsche Schäferhunde ‘Asosiasi Anjing Gembala Jerman’)  dan juara kedua WUSV (Welt Union der Schäferhundevereine ‘Asosiasi Anjing Gembala Jerman Tingkat Internasional’) tahun 2009

Jürgen (Jogi) Zank 44 tahun, pegawai pos, tidak menikah dan mempunyai dua anak: seorang putri bernama Roxy (15 tahun) dan seorang putra bernama Marvin (21 tahun). Sejak tahun 1990 Jogi melatih olahraga anjing. Sejak itu sudah delapan kali ia ambil bagian sampai babak penyisihan Negara bagian Nordrhein. Tahun 2007 ia memenangkan LGA dengan anjingnya Eric vom Sportpark dan kemudian menjadi pemenang mewakili federal. Ia memiliki peternakan bernama “vom Fluchtweg” dan dengan 3 anjing dari peternakan tersebut ia mengikuti kejuaraan nasional SV (1997 dengan Kim, 2000 & 2002 dengan Bill, dan 2005 dengan Fanny). Bersama dengan Eric vom Sportpark Jürgen Zank tiga kali ikut serta dalam BSP dan dua kali dalam kejuaraaan dunia WUSV.

Oleh Jürgen Rixen

Der Gebrauchshund (DGH): Jogi, bagaimana olahraga anjing anda pada tahun 2009?
Jürgen Zank (J.Z.): Sangat hebat, tidak dapat dibayangkan. Tadinya saya berpikir 2007 adalah tahun saya dan tidak akan terulang lagi. Saya tidak pernah menduga bahwa bintang bersinar lebih terang di tahun 2009.

DGH: Apakah Anda menilai bahwa Eric tidak terlalu berprestasi?
J.Z.: Di tahun 2007 Eric sangat hebat, tahun 2008 kami telah mengupayakan segalanya, tapi tampaknya keberuntungan bukan di pihak kami. Tahun 2009 kami tetap berlatih seperti biasanya, jangan ditanya, kami ingin sekali lagi ikut serta.

DGH: Jadi kalian berlatih seperti tahun-tahun sebelumnya? Dan sisanya merupakan modal keberuntungan?
J.Z.: Tentu saja kami berusaha supaya Eric menjadi lebih baik lagi untuk mengembalikan apa yg penah kami raih. Dua tahun yang lalu kami selalu berusaha, namun tidak berhasil karena satu dan lain hal. Bagaimanapun juga kita harus benar-benar mengenal anjing dan khususnya pada saat kejuaraan dunia itu sendiri. Pada kenyataannya hal tersebut melibatkan satu tim. Tahun ini saya memiliki tim yang hebat. Kami sangat rajin, mengetahui siapa asisten, dan mensimulasikan metode yang memungkinkan. Tentu saja latihan di Stadion sudah termasuk di dalamnya. Di kejuaraan nasional dan kejuaraan dunia sendiri kami tidak mendapatkan apa-apa. Padahal kami sudah berlatih. Kami telah menempuh perjalanan sejauh 1000 Kilometer di Krefeld untuk berlatih di berbagai tempat. Antara kejuaraan nasional di Donaueschingen dan kejuaraan dunia di Krefeld kami telah latihan 3 fase dari delapan sampai sepuluh rangkaian. Di fase kepatuhan pada kejuaraan dunia saya harus bertanding dari pukul 06.00 pagi. Sebelumnya pada pukul 04.30 kami sudah berada di lapangan dengan penerangan lampu sorot dan menempatkan Eric pada fase kepatuhan. Dengan mudah saya tidak perlu mengikutinya.

DGH: Kenapa?
J.Z.: saya lakukan seperti itu karena anjing itu sudah memiliki pengalaman sebelumnya dan juga kenal dengan program lainnya, ia tentunya masih berkaitan: banyak orang mengartikan tidak ada kontrol oleh pelatih anjing. Sejauh ini kami harus membuat piramida pelatihan lebih sempit lagi dan dia harus mengerti bahwa kepatuhan adalah keuntungan terbesar miliknya.

DGH: Apakah jarak waktu antara kejuaraan nasional dan kejuaraan dunia terlalu sempit untuk anda?
J.Z: Sempit, tapi tidak masalah. Setelah kejuaraan nasional kami merasa sangat lelah. Setiap senin saya pulang ke rumah mencuci baju sampai tengah malam. Dan hari selasa pukul 07.00 sudah ada di Krefeld dan kami berlatih, berlatih, berlatih... Kami tidak mempunyai waktu untuk beristirahat dan seluruh tim ikut pergi bersama-sama, itu sangatlah mengagumkan!

DGH: Untuk siapakah biasanya olahraga anjing ini, profesional, pensiunan, atau pengangguran?
J.Z.: Ya, harga waktunya sangat luar biasa! Dan pada akhirnya hanya untuk ketenaran dan kehormatan. Olahraga ini hanya untuk orang-orang yang berdedikasi tinggi.

DGH: Anda berbicara mengenai “Kami“. Seberapa pentingkah itu untuk Anda? Dan Anda namakan apa „Tim Sport Jogi“ ini?
JZ: “Kami” adalah keseluruhan tim, tanpanya ini semua tidak akan berjalan. Tobias Oleynik yang selalu berada di samping saya siang dan malam, Jenny Seefeld, Birgit Baier. Norbert Pink dan Jens Fischbach, Marcel Tils, juga Markus Ludwigs semuanya memegang Köln-Poller. Tentu saja juga orang-orang di sekitar kami yang saling mendukung. Seperti OG Steinbach, Knut Fuchs dan Dieter Träger. Bahkan OG Steibach dengan Jürgen Sträßer merupakan teman baik. Dan tidak lupa dengan Bart Bellon dan seluruh Staff pembantu Tim. Tetapi Tim saat di lapangan sendiri yang terpenting. Contohnya, kami pada hari selasa sudah berangkat ke Donauschingen, di sana kami tidur di dalam mobil selama 3 hari dengan 3 orang dan yang lainnya di Bernd Föry berlatih di atas tanah lapang milik asosiasi. Biaya dengan adanya anjing ini sangatlah besar. Setiap hari kami berlatih 3 fase/bagian, karena jika tidak, anjing itu akan jadi senewen (terlalu keras berlatih). Juga dalam persiapan kami telah mencoba menawarkan kepada anjing kemungkinan situasi yang berbeda. Björn Giesen dan Dennis Bauer telah mencari stadion di Hünxe. Biayanya sangat mahal,  tapi semuanya ikut senang. Seperti yang telah saya katakan, bahwa saya pada tahun 2010 tidak lagi melatih Eric : 3 tahun ini sangatlah keras untuk seluruh pasukan(tim), mereka pun jadi menyimpan anjing-anjing mereka karena semuanya berkonsentrasi kepada Eric: Beberapa sudah bisa melatih anjingnya sendiri tahun 2009, tapi baru bisa setelah tahun ini selesai dulu.

DGH: Dan bagaimana rasanya berada di atas tangga tertinggi pada podium juara?
JZ: Serasa  tidak akan mendapatkannya.

DGH: Apakah Anda tidak mempunyai ingatan yang pasti ketika di podium juara?
JZ: Itu seperti mimpi. Anda tidak akan menyangka. Saya pikir, kesadaran telah menang akan datang setelahnya, ketika melihat foto dan gambar-gambar. Jelas, pujian orang-orang yang menyebutkan kita sebagai juara dunia sangatlah hebat dan saya bangga, tetapi kadang-kadang seperti dalam mimpi. Ini semua sangatlah luar biasa!

DGH: Gelar juara dua dunia untuk Anda adalah sebuah kebahagiaan atau kesedihan karena telah kehilangan kesempatan untuk menjadi juara dunia?
J.Z.: Tidak, saya tidak sedih. Pujiannya sangat hebat, seluruh stadion di Krefeld dan keheningan ketika sedang pertunjukkan benar-banar berkesan. Tapi pertandingan adalah pertandingan! Tentu saja saya berharap agar Israel melakukan kesalahan. Kepatuhannya sudah saya lihat dan benar-benar top! Oleh karena itu mereka mendapatkan kemenangan! Selesai! Ini memang pertarungan! Jelas saya ingin sekali menang, tapi mereka memang melakukan hal yang bagus sekali. Akan tetapi, apa yang telah kami capai bersama Eric juga membuat kami bangga! Dan ini bukanlah sekedar anjing peternakan, menurutku ini adalah sebuah cerita indah. Ini benar-benar murni olahraga!

DGH: Apa yang memotivasi Anda untuk melatih seekor Einhoder?  Biaya pelatihannya sangat mahal. Sejauh ini toh sah-sah saja jika meminta kembali beberapa Euro untuk biaya.
J.Z: Mengenai hal itu orang harus benar-benar bertahan. Juga sang anjing yang paling diutamakan, latihannya memerlukan banyak biaya. Kenapa kami mau melakukan olahraga ini? Karena ini semua membuat kami senang! Karena kami ingin melakukan suatu pertandingan, dan juga bisa menjadi pemenangnya. Saya tidak melakukan ini karena uang. Untuk menghasilkan uang, orang harus melakukan hal yang lain. Jelas saya berpenghasilan dari seminar-seminar saya, tapi meskipun demikian hal ini tetap idealis dan menyenangkan.

DGH: Eric datang kepada Anda ketika ia sudah menjadi anjing dewasa. Bagaimana ceritanya?
JZ: Michael Moorman adalah pemilik pertamanya. Istrinya Michael tidak begitu cocok dengan Eric dan kemudian merasa takut kepadanya. Lalu saya beberapa kali mengambil alih Eric dan cocok dengannya. Pastinya Michael telah melatih anjing ini dengan baik, karena Eric bagus dalam bekerja, tapi terkadang ia sering menggeram terlalu keras. Tentu saja ini menjadi masalah besar di rumah Michael. Kemudian Michael ingin menjual Eric, pertama-tama dijual ke Polisi, akan tetapi ia tidak diinginkan karena Eric bukanlah anjing pemburu. Pernah sekali saya berkata kepada Michael kalau saya ingin melatih Eric, tapi ia tidak bereaksi. Saya tidak ingin berbasa-basi, lalu saya beli dengan setengah harga. Sejak itu Eric menjadi anjing kami berdua. Salut kepada Michael, biasanya pemilik anjing jika menjual anjingnya akan menjual ke luar negeri agar tidak dapat menemuinya lagi. Akan tetapi Michael menyerahkannya kepada perhimpunan! Saya rasa orang harus menghargainya.

DGH: Bagaimana anda dapat mengerti Eric? Apakah kalian melakukan „diskusi besar“?

J.Z.: Saya tidak memiliki kesulitan dengannya. Pasca pengambilalihan Eric, saya mencarikannya kandang, tetapi tidak mencari kontak dengannya. Saya membiarkannya secara natural saja. Michael merupakan pemilik sekaligus penjaga yang baik. Bagi saya anjing adalah anjing. Saat tinggal dengan Michael, ia ikut berada di rumah dan juga di kantor, Eric layaknya seekor tentara kecil yang akan memiliki kepemimpinan dan hierarkinya. Sejauh ini, pertukaran pemilik tidak ada masalah baginya. Dengan manusia Eric memang sedikit aneh, tetapi dengan anjing muda ataupun anak anjing ia dapat membuat hubungan yang baik.

DGH: Apa yang dilakukan dalam mendidiknya?
J.Z.: Di fase mencari jejak, seperti yang lainnya, ia sangat bertenaga dan pada awalnya bergerak dengan luar biasa. Pada bagian ini saya dengan Waltel Müller melakukan banyak latihan. 16 jejak dalam 1 minggu! Selanjutnya kami melakukannya lebih pelan, ia harus mencari tali yang lebih longgar. Kemudian kami membiarkan ia mencari tali yang lebih ketat, karena ia merasa lebih yakin dalam hal itu. Tali yang longgar membuatnya stress. Saya pun pada tahun-tahun yang lalu menyadari hal itu. Pada fase pencarian jejak kami juga harus membiarkan ia untuk jatuh (down), pada fase kepatuhan Eric berada pada garis pertama. Eric sebenarnya sudah terdidik dengan baik, tapi dalam pertandingan tetap saja selalu ada yg kurang. Kami membuat Piramida pendidikan yang lebih sempit dan sempit sampai hari-H. Dan kemudian membiarkannya hidup…Biasanya ia menggonggong saat fase kepatuhan dan tugas penjagaan. Tapi hanya pada pertandingan ia tenang atau sedikit tenang. Jika anda melihat latihan biasanya, hal ini tidaklah normal. Memang seperti inilah, kita harus memiliki tujuan saat pertandingan.

DGH: Apakah pada rintangan 1m Eric mempunyai kesulitan?
JZ: Ya tentu saja. Melompat merupakan sebuah masalah. Mereka telah berlatih dengan  melemparkan bola melewati rintangan dll, dan sang anjing sudah belajar tidak mempedulikan rasa sakit. Lalu ada bandul rintangan yang telah berhasil dilewati. Eric melakukan pendaratan darurat, yang akhirnya mengunakan bagian kepalanya. Untuk saya hal ini sangatlah sulit, membuat ia melompat dengan teratur, tetapi ini membuatnya menjadi sempit. Sempit disini artinya membuat sang anjing menjadi stress. Pada pertunjukan terakhir, kami juga mempunyai masalah dengan hal ini dan belum mendapatkan solusinya.

DGH: Seperti itu jugakah Eric saat di pegang oleh Michael?
J.Z.: Ini sangat serupa, tapi dalam kejuaraan dunia 2007 orang telah melihat, bahwa disana ia menunjukkan 3 aksi yang berbeda. Kami tidak ingin membuatnya stress, karenanya tongkat tersebut tidak terlalu tinggi. Sudah sangat banyak yang harus dilakukan, tapi tidak ada pilihan lain.

DGH: Bagaimana dengan fase tugas penjagaan?
J.Z : Secara naluriah sejak dulu ia memang begitu, seperti sekarang ini. Hal itu berkaitan dengan fase kepatuhan dan kebiasaan.

DGH : Anda memberikan seminar selama bertahun-tahun. Menurut pandangan Anda, bagaimana perkembangan olahraga anjing saat ini?
J.Z.: Menurut saya, para pembicara sebuah seminar sering mendapatkan gambaran yang salah dan berpikir bahwa orang-orang sudah terlalu jauh. Kinerja dari anjing-anjing belum tentu luar biasa, tetapi pelatih anjing harus memperlakukan dengan layak, bekerja secara positif dan menciptakan pertalian dengan anjing yang dilatihnya. Tetapi jika kita mengamati pelatihan di kompetisi utama, maka kita akan menyadari bahwa pelatih anjing masih ketinggalan zaman. Dalam seminar kami sering menemukan "penjahat kambuhan" (orang-orang yang melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang). Tapi menurut saya, perubahan total itu ada. Sekarang ini hasil yang baik lebih sering terlihat. Sangatlah bagus bahwa orang-orang telah mengatasi keanjlokan garis keras dan lebih responsif terhadap anjing. Yang paling penting adalah bahwa kita tidak dapat memaksakan pelatih anjing dan timnya. Sangatlah menyenangkan untuk melihat bahwa sekarang ini perlakuan terhadap anjing semakin baik. Paksaan dalam hidup memang harus ada, tetapi tidak boleh bekerja secara emosi atau melakukan kesalahan. Pemujaan terhadap kekuasaan yang ada sebelumnya, sekarang tidak lagi termasuk dalam olahraga anjing. Ini juga baik karena tampaknya sekarang ini tidak ada nilainya. Sebenarnya, di sini bukan "bawahan" yang berlaku tetapi bagaimana menunjukkan pergerakan.

DGH: Pernahkah Anda bertemu dengan pelatih anjing yang bertolak belakang dengan garis keras dan memperlakukan anjing secara lembut?
J.Z.: Orang-orang yang menghadiri seminar kami pada dasarnya bersikap terbuka. Jika tidak, mereka tidak akan mau mengeluarkan uang untuk itu. Orang-orang sering datang pada kami dan hanya bekerja secara positif dan suatu saat menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Atau orang-orang datang dengan anjing mereka yang terlalu lembut, karena anjing-anjing tersebut diperlakukan terlalu baik. Maksudnya adalah para pelatih anjing ingin bersikap baik namun tidak secara tepat. Anjing akan merasa terbebani walaupun memiliki potensi. Karena itu bagi kami keseluruhan aktivitas sangat penting. Tetapi banyak orang yang tidak mengerti atau karenanya memiliki masalah emosional.

DGH: Bagaimana kualitas anjing-anjing yang Anda temukan dalam seminar?
J.Z. : Kualitas anjing berubah-ubah. Saya tidak bisa mengatakan apakah itu untuk kebaikan atau keburukan. Pada umumnya kualitasnya bagus. Pelatihan modern yang dioperasikan belum tentu optimal untuk perkembangan. Orang selalu belajar lebih baik untuk menyembunyikan sifat buruk. Begitulah kenyataannya. Dengan Franz Gugnon memang selalu seperti itu. Kita tidak pernah tahu apakah ia melatih anjing yang baik, atau melatih anjing menjadi baik. Karena itu kami tidak dapat lagi melatih berdasarkan sistem lama. Tidak akan ada orang yang mau melihat itu.

DGH : Apakah DSH (Deutsche Schäferhund ‘anjing gembala’) dan Mali (nama jenis anjing) dipelihara sebagai anjing pekerja atau anjing untuk kompetisi?
J.Z. : Kami melakukan olahraga dan setiap pelatih anjing tentu saja menginginkan olahraga yang terbaik untuk anjing. Walaupun kami menyebutnya anjing pekerja, tetapi kami tidak mempekerjakannya. Sayangnya, kami hanya ingin anjing untuk kompetisi. Jika kami memiliki domba, kami pasti akan bertindak lain. Jika saya memelihara anjing, saya akan memeliharanya untuk orang-orang yang seharusnya bersenang-senang dalam olahraga anjing penjaga. Tentu saja kita semua ingin anjing yang sehat. Itu jelas.

DGH : Dalam kejuaraan nasional terhadap anjing kompetitif berkinerja tinggi, apakah ini dapat dilakukan oleh pelatih anjing "normal" atau pemula?
J.Z. : Apa maksud Anda dengan anjing kompetitif berkinerja tinggi?

DGH : Eric vom Sportpark misalnya.
J.Z. : Eric adalah seorang pejuang. Dia tidak terlalu sulit.

DGH: Dan kami juga mengamati anjing-anjing lain yang berada jauh di depan dalam kejuaraan nasional atau kejuaraan dunia.
J.Z. : Hal itu tergantung dari perkembangan anjing. Menurut saya, dulu Eric seperti anjing lain. Tapi itu ketika selama tiga tahun tinggal di tempat lain. Cukup banyak anjing yang menjadi korban dari pengalaman mereka. Ada pelatih anjing yang membuat setiap anjing yang mereka pelihara menjadi gila, dan ada orang yang pada akhirnya memiliki anjing yang normal-normal saja. Jika Anda sangat ketat, Anda tidak akan mendapatkan pejuang. Hal itu juga tergantung dari proses pemeliharaan. Saya misalnya, untuk sementara waktu merasa tidak puas dengan insting anjing muda, dibandingkan dengan anjing tua yang memiliki insting sangat gila. Karena itu mereka perlu banyak dilatih. Nantinya insting akan berkembang dengan sendirinya. Saya percaya bahwa semuanya tergantung pada proses pemeliharaan. Hal ini menjadi pertimbangan saya.

DGH : Kapan Anda untuk pertama kalinya pergi ke Malinois?
J.Z. : Menurut saya Mali sangat menarik, dan asosiasi anjing gembala Jerman-nya memiliki panggung yang terbesar! Jujur saja, bahwa itu merupakan perbedaan yang sangat besar jika saya ikut dalam kompetisi dengan 1000 atau 150.000 penonton. Hal ini mempengaruhi keseriusan dalam bersaing. Kami telah berada di kelompok kompetisi yang dapat memperoleh tambahan empat peserta, namun hanya tiga pelatih anjing yang memulai. Yang seperti itu sangat tidak menyenangkan.
Mali sendiri sudah sangat menarik. Dan orang-orang seperti Peter Scherk atau Knut Fuchs sudah membawa kinerja yang sangat besar. Tentang hal itu tidak perlu dibicarakan lebih jauh lagi. Dan peralatannya yang canggih benar-benar membuat iri.

DGH : Anda sempat menyebutkan DVG. Apakah di sana semuanya bermula?
J.Z. : Dalam SV dan DVG. Ketika berumur sembilan tahun saya ingin memelihara anjing, tetapi belum diperbolehkan. Pada umur 15 tahun saya mendapat izin dari orangtua, namun saya harus mengikuti wajib militer. Pada umur 19 tahun saya punya teman wanita yang tidak akur dengan anjingnya. Lalu saya pindah ke lapangan dan menemukan hal-hal yang menyenangkan, kemudian selama satu tahun hanya bekerja sebagai asisten. Dulu saya takut untuk menangani anak anjing. Saya tidak ingin melakukan kesalahan. Jadi, pertama-tama saya melatih beberapa anjing dewasa untuk orang lain dan baru kemudian saya mengambil anak anjing.

DGH : Apakah jalan menuju gelar juara nasional merupakan perkembangan yang berkesinambungan atau berupa pertemuan-pertemuan tertentu, khususnya pengalaman yang telah mendorong Anda?
J.Z. : Saya telah – sebagaimana yang telah dikenal – memulai dari sebuah grup lokal, tidak tahu apa-apa dan mempercayai apapun yang dikatakan orang. Di DVG saya bertemu dengan beberapa pelatih anjing dari sekolah yang lama, tetapi mereka telah melatih dengan metode yang sama. Kemudian berlanjut dengan Werner Fuchs, Helmut Raiser, berkat merekalah saya memiliki pandangan yang benar-benar berbeda. Lalu saya cukup beruntung untuk berkenalan Wolfgang Hellmann dan Bart Bellon. Hari ini saya menggabungkan dari apa yang saya pelajari dari Bart – bagi saya Perlindungan Area yang dikembangkan oleh Helmut Raiser sangatlah logis.

DGH : Anda akan mengadakan seminar besar di Meppen pada tanggal 6 Maret. Bagaimana itu terjadi?
J.Z. : Saya sedang membuat seminar untuk SV. Orang-orang bertanya kepada saya dan saya menyetujuinya.

DGH : Apakah ada batasan?
J.Z. : Tidak ada. Saya harap saya bisa mengadakan seminar seperti biasanya

DGH : Anda tentu saja punya kontak dengan orang-orang yang berada dalam RSV2000. Bagaimana pandangan Anda mengenai asosiasi tersebut?
J.Z. : Asosiasi ini memiliki banyak segi positif. Saya telah melihat beberapa kegiatan dan juga pernah memberikan seminar untuk RSV2000, karena itu saya dapat mengatakan bahwa saya sangat tertarik. Menurut saya pribadi, panggung dan pengujian SV pemenang sangat penting karena kompetisi besar terjadi disana. Jika orang mengatakan bahwa mereka tidak perlu panggung ini, maka itu tidak sepenuhnya benar.

DGH : Sekarang Eric sudah pensiun. Bagaimana kelanjutan olahraga anjing bagi Anda?
J.Z. : Saya memiliki Moses yang sedang dalam pelatihan. Sebagaimana telah disebutkan, dia memiliki sedikit lebih banyak kekurangan, tapi pada dasarnya saya puas. Akhir-akhir ini saya tidak memiliki banyak waktu untuk anjing, walaupun saya mengajaknya berlatih paling tidak dua kali seminggu di pelatihan dasar, tentu saja itu masih terlalu sedikit. Sekarang saya harus perlahan-lahan mulai bekerja. Namun, sebagaimana telah disebutkan, sekarang giliran pelatih anjing lain dari asosiasi.

DGH : Apakah Anda masih termotivasi oleh kesuksesan besar pada tahun 2009?
J.Z. : Liburan musim dingin yang diperlukan ! Ini harus saya katakan. Kami - Simone, pacar saya dan saya - telah melakukan banyak hal dengan anjing-anjing lain, misalnya dengan bersenang-senang dengan sekuter atau pelatihan dengan kereta luncur untuk anjing.

DGH : Saya mengucapkan terima kasih kepada Anda untuk wawancara ini.
J.Z. : Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak orang yang saya sudah sebutkan. Olahraga untuk anjing adalah olahraga tim, dan jika Anda tidak memiliki orang-orang yang mendukung Anda, maka itu adalah olahraga yang patut dikasihani. Apa gunanya keberhasilan terbesar jika Anda tidak dapat berbagi dengan orang lain? Kemenangan itu tidak layak! Terima kasih juga kepada Simone! Terakhir, terima kasih yang sangat besar kepada Eduard Rübenacker, penasehat pribadi saya mengenai dunia kehewanan. Pada pertengahan Agustus 2009, saya melihat bahwa Eric tidak dalam kondisi fisik yang baik. Rambutnya rontok, matanya redup, dan sebagai puncaknya sarafnya terjepit di bagian kanan wajah. Edi melaser Eric dengan dosis terkecil. Saraf di wajah Eric menjadi lebih santai setelah 2 – 3 kali pengobatan. Edi membantu saya sepenuhnya dalam pengobatan dari GNP sampai WUSV. Dia memiliki andil yang besar, sehingga Eric dapat pulih kembali dalam waktu yang sangat singkat dan mencapai kesuksesan pada PDB dan di kejuaraan dunia WUSV.

Liputan Juergen Rixen dari majalah Der Gebrauchshund diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga kita semua bisa melihat bagaimana dogsport itu bisa bekerja dengan baik, hanya bila dilakukan secara bersama/berkelompok. Dogsport adalah Teamsport!

 

© 2026 hundehardware.com - Allright Reserved