NEWS

SHARON RONEN JUARA WUSV 2009

hundehardware.com - 2010-06-23 09:40:27

Tak disangka Sharon Rones pemenang kejuaraan WUSV 2009.

Sharon Ronen mengukir sejarah dua kali sekaligus di dunia olahraga anjing. Dia menjadi wanita pertama yang berhasil menjuarai kejuaraan tersebut dan menjadi orang Israel pertama yang berhasil meraih gelar tersebut. Sebelumnya Avi Cohen telah lebih dulu ikut serta dalam kejuaraan serupa dengan anjingnya yang bernama Flory vom Korbelbach.
Dorit Dembin membimbing Cyrus vom Bloomfield di kejuaraan 1997 pada fase mencari jejak, akan tetapi sang anjing mengalami cidera pada kaki sehingga berpengaruh pada penampilannya di fase kepatuhan dan penjagaan. Masing-masing hanya menghasilkan 75 dan 70 poin. Dua tahun kemudian seorang Israel bernama Amos Shiboddy bersama Rocco House of Gregor mencapai peringkat 83 dengan torehan poin 94/88/83. Pada saat itu Sharon masih sebagai penonton.
Rekan Amos Samuel Xossi agak kurang beruntung dengan menempati posisi terakhir dengan torehan poin 2/89/69. Pada tahun 2005 berakhir masa perjuangan individu bangsa Israel, berangkatlah sebuah tim ke Haguenau di Perancis. Amos kembali turut serta, kali ini ia membawa Abhoe vom Burg Kurzwallen yang merupakan indukan dari anjing Sharon, Sam Beit Haboxer Mehagiva.

Sekitar 70 atlet olahraga anjing israel yang berasal dari dua perkumpulan yang berbeda berkumpul dalam sebuah pelatihan dengan pelatih bernama Stefan Juntke. Sharon pun hadir sebagai peserta pada seminar itu.
Stefan : “pada waktu itu Sharon belum memiliki anjing, namun setelah pelatihan Sharon mengadopsi seekor anjing kecil dan jadilah mereka “the dream team”.
Sejak tahun 2004 saya sudah mengamati perkembangan olah raga anjing di Israel. Ada sebuah grup yang memiliki kurang lebih 8 atlet beserta anjing-anjing yang hebat. Mereka telah berlatih dengan baik. Salah satu kendala bagi atlet Israel adalah transportasi udara. Biayanya sangat mahal. Sharon ronen: “kesulitan bagi kami adalah letak negara Israel yang tidak menguntungkan secara geografis. Biaya angkutan udara untuk manusia dan hewan sama mahalnya. Kami telah memberitakan hal tersebut kepada seorang praktisi olahraga anjing yang bernama Roger Snoellaerts. Kendala kami terkait dengan biaya, anjingku memang dibesarkan di Israel akan tetapi untuk mendapatkan bibit indukannya harus didatangkan dari Belgia, yang mana biaya untuk mendatangkannya menjadi sangat besar.

Selain bekerjasama dengan anjing, Sharon juga tidak asing berinteraksi dengan hewan, ia memelihara beberapa burung, kucing dan juga seekor anjing kecil jenis Miniature Pinscher (Minpin). Sharon: “Suatu ketika saya bersma Stefan mengunjungi pameran anjing dan melihat sekelompok orang berlatih kepatuhan bersama anjingnya. Saya berkata padanya, Pinscher saya bisa melakukannya dengan lebih baik! Akan tetapi pada saat itu saya belum sempat untuk memperlihatkan kemampuan anjing saya kepada Stefan karena keterbatasan tempat. Stefan memberikan kesempatan kepada saya untuk menunjukkan kemampuan anjing saya dengan mengundang saya datang ke tempat perkumpulannya. Sesampainya di sana saya tunjukkan kemampuan sebenarnya yang saya miliki, dan Stefan pun terkesan.
Sharon telah melakukan kerja yang baik untuk menjinakkan anjingnya. “pelajaran terbaik adalah bagaimana kita bisa mengamati dan kemudian mengajarkannya lagi kepada orang lain. Dengan begitu kita akan lebih banyak belajar”.

Sharon sempat menggemari anjing jenis Doberman. Tetapi belakangan ia lebih memilih anjing jenis Herder. Sharon: Setelah melihat penampilan Avi Cohens saya juga ingin seperti dia. Namun Sharon memiliki beberapa kendala, anjing pertama yang dia miliki bermasalah dengan pinggulnya. Kemudian anjing berikutnya memiliki permasalahan di bagian hatinya. Baru kemudian anjing berikutnya yang didapat Sharon adalah anjing yang lebih besar, agresif, dan kuat, sehingga saya mendapatkan SchH2.

Sharon bersama anjingya Sam belum banyak mengikuti turnamen-turnamen  besar. Sharon: “ saya hanya melakukan tugas dan menaklukan rintanan dengan sepenuh hati dan tanpa beban, semua mengalir begitu saja. Namun betapa terkejutnya saya ketika saya dinobatkan sebagai peraih peringkat tertinggi. Jujur saja saya sangat berharap-harap cemas pada bagian penjagaan.
Penentuan gelar juara ditentukan pada penilaian bagian terakhir fase kepatuhan. Sharon: „pada fase kepatuhan ini saya sangaat gugup tapi pada kenyataanya saya bisa fokus dan tenang.

Pelatih stefan sangat mengenal profil Sharon, Sharon tidak akan pernah menyerah sampai dia benar-benar bisa melakukan sesuatu, hanya cidera yang bisa menghentikannya. Mental juara sudah terlihat pada diri Sharon. Ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki performa yang baik di lapangan.

Kepatuhan dilakukan Sharon dengan sangat fokus dan penonton pun menikmati penampilannya. „saya hanya fokus pada penampilan saya, anjing saya dan tugas yang harus saya selesaikan. Sebenarnya rasa gugup disaksikan banyak orang juga saya rasakan. Namun semua itu saya kesampingkan. Untuk mengatasi rasa gugup tersebut terlebih dulu saya putar rekaman pertandingan-pertandingan sebelumnya. Jadi saya bisa mengetahui bagaimana atmosfer pertandingan, stadion dan reaksi penonton.
Seluruh rekan dari Israel dan teman teman Jerman berbahagia dengan hasil yang diperoleh Sharon.  Sharon:“pada saat itu saya tidak percaya dengan apa yang saya dapat, ketika kembali dalam perjalanan pulang ke Israel saya renungi bahwa saya adalah juara dunia olah raga anjing tahun ini. Padahal sebelumnya saya hanya bisa membayangkan dengan pengalaman saya yang minim, dan mungkin sedikit keberuntungan hasil yang akan saya peroleh adalah maksimal di posisi 40 begitu pikir saya. Namun semua ini adalah hasil semua kerja keras saya. Sebelum bertanding saya mempersiapkan diri secara intensif selama tujuh minggu tanpa henti dibawah bimbingan dari Stefan.
Stefan:“saya berkata kepadanya, kamu harus berlatih setiap hari bersama anjingmu. Latihlah tiga jenis rintangan  yang dipertandingkan di kejuaran nanti.berlatihlah setiap hari, bahkan setiap waktu. Rasakan terus perkembangannya, perlakukan anjingmu sebagai partnermu, agar terjalin sinergi dan harmonisasi yang baik.

Setelah kejuaraan tersebut, Sam tinggal bersama Stefan di jerman, dari semua hal Sam masih mmemiliki kelemahan pada bagian mencari jejak. Bersama Stefan Sam banyak melakukan perbaikan.
Stefan:“sebelumnya saya pernah berinteraksi dengan indukan dari Sam, Abhoe. Anjing yang sangat bergairah yang pernah saya latih. Kami mengadakan penelitian di penangkaran tentang DNA siapa yang berpengaruh pada agresifitasnya. Sehingga nanti bisa dihasilkan peranakan yang sama agresifnya dari penelitian DNA.
Sam sendiri memperlihatkan kerja yang ulet, intensif dan penuh konsentrasi. Selain itu ia pun ramah dan bersahabat.

Sahron pulang ke israel tanpa anjingnya. Hanya anak anjing berumuur 4 bulan bernama Shay yang ia bawa. Saat ini olah raga anjing sedang menjadi buah bibir di israel. Sebelumnya hanya sedikit media yang membahas olahraga anjing, namun setelah Sharon meraih gelar juara dunia, hampir semua media meliput, baik cetak maupun elektronik.
Media ingin lebih tahu dan meliput langsung sang anjing. Namun terjadi sedikit selisih paham. Sharon:“sudah saya katakan Sam sedang ada di Jerman bersama Stefan, yang ada saat ini adalah Shay yang berumur 7 bulan yang belum begitu jinak dan terlatih. Akan tetapi para jurnalis tidak mempercayainya dan menganggap bahwa berita yang mereka dengar adalah berita bohong, karena begitu sempurna berita yang mereka dengar.“ Juara dunia dan beritanya menjadi berita yang sangat meledak di negeri yang kecil.

Sharon:“saat ini olahraga anjing mulai berkembang di israel, dari dua klub yang ada bertambah lagi klub ketiga“ yang menjadi masalah di israel menurut Sharon adalah pelatihan mencari jejak. Sharon:“dalam setahun kami hanya bisa berlatih 2 bulan saja untuk mencari jejak karena kondisi gurun yang tidak mendukung. Kami harus mencari padang rumput yang rata. Di israel temperatur sangat tinggi. Untuk menyiasati hal tersebut. Sharon berlatih setiap pukul 5 pagi. Menurutnya itu tidak masalah karena dari sudah terbiasa bangun lebih awal.

Pada bulan juni Sam akan kembali dari Jerman dan kembali bersiap untuk kejuaraan berikutnya di Sevilla Spanyol. Sharon tidak harus mengikuti kualifikasi lagi karena status juara bertahan. Sharon:“kami memiliki dua anjing yang hebat yang satu berkualitas SchH3 dan yang satu SchH2. Saya akan terus berlatih bersama Sam 2 kali dalam sehari“
Stefan:“saya membawa kembali Sam dan kami akan lihat apa yang masih perlu kami latih. Yang masih menjadi catatan adalah kontrol pada fase penjagaan, masih perlu perbaikan dan latihan. Sam sempat mengalami kecelakan dan mengalami cidera. Jari kiri depannya hilang. Namun dokter hewan telah memberikan solusinya dengan membuatkan balutan perban, sehingga pergerakannya menjadi seimbang. Jadi tidak ada masalah lagi untuk Sharon dan Sam berlaga di Sevilla 2010. Sebuah faktor penting bagi Sahron adalah dukungan suami tercinta yang selalu menggantikan posisinya di rumah tangga ketika Sharon berlatih ataupun bertanding di turnamen. Jadi, mari kita tunggu aksi Sharon dan Sam di Sevilla.

 
© 2026 hundehardware.com - Allright Reserved